> Poligami, Apa dan Bagaimana, Serta Anggapan Orang Di luar Islam

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Poligami, Apa dan Bagaimana, Serta Anggapan Orang Di luar Islam

Tebuireng News
Thursday, November 1, 2018

Poligami, Apa dan Bagaimana, Serta Anggapan Orang Di luar Islam

Menolak Anggapan Bahwa Islam Identik Dengan Poligami

Topik yang akan kita bahas kali ini tentang poligami serta anggapan-anggapan di luar sana yang selalu mengidentikkan poligami dengan ajaran Islam, seolah-olah agama Islam mengajarkan dan memerintahkan umatnya untuk berpoligami, serta penggiringan opini seolah-olah poligami identik dengan ajaran Islam.

Bahkan banyak website yang dibuat khusus untuk menyerang agama Islam dengan menyebarkan pemahaman bahwa Islam Selalu identik dengan yang namanya poligami, mereka membuat judul yang cukup provokatif, seperti "penyebab terjadinya poligami keluarga muslim", "Apakah poligami syariat Allah", "dari mulanya Muhammad mendukung dan melarang poligami", "dampak negatif poligami Islam bagi istri dan anak", "Bagaimana poligami merusak pernikahan Islam di Indonesia" dan banyak lagi.

Artikel-artikel dari website ini dibuat untuk menanamkan pemahaman kepada pembaca, jika Islam Selalu identik dengan yang namanya poligami, ujung-ujungnya dan tujuannya untuk menyerang kelompok atau keyakinan tertentu, hingga akhirnya muncul judul-judul seperti ini "apakah Alquran menghargai wanita", "Mengapa hukum syariat mendiskriminasi wanita Islam" dan banyak lagi. Inti yang mau disampaikan adalah adalah hati-hati dengan ajaran agama Islam, wanita tidak dihargai, diskriminasi, mereka mempraktikan poligami. Mereka mencoba berikan pesan kepada pembaca wanita bahwa "Islam Bukan agama yang ramah bagi golongan mereka (para wanita), mirisnya lagi, di setiap postingan poligaminya, mereka selalu bukakan ayat tentang poligami secara terpotong, surat an-nisa ayat 3. Padahal jika  dilihat secara utuh di ujung ayat ini, malah diperintahkan untuk monogami dan beristrikan satu.

Inilah yang jadi masalah saat ayat al-qur'an diambil lalu di korupsi, dipotong-potong dan dipaksakan agar sesuai dengan pemahamannya.

Walaupun Islam di identikkan dengan yang namanya poligami, jika kita lihat lebih jauh, ternyata Islam lah yang mengajarkan untuk monogami, yakni beristri 1. Sedangkan poligami dalam Islam dibolehkan juga sebagai anjuran dan solusi dari beberapa masalah yang muncul nantinya.

Raja-raja/Orang-orang Terdahulu Yang Melakukan Poligami 

  1. Montezuma II,  penguasa astec, dari Meksiko, memiliki 4000 selir. selir itu istri serangan (simpanan)  atau budak yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan biologis. dalam masyarakat astek, setiap anggota kaum bangsawan diwajibkan untuk memiliki silir sebanyak-banyaknya.
  2. Raja kassapa dari Sigiria, di Sri Lanka, memiliki 500 perempuan dalam harimnya. Selama dinasti ming, dikabarkan ada Rp100.000 Kasim yang melayani Kaisar dan harimnya.
  3. Raja arumbi II, raja afrika yang satu ini menikahi hampir 100 wanita. 
  4. Genghis khan konon memiliki begitu banyak kekasih, sehingga sekarang ini ada sekitar 16 juta orang keturunannya yang masih hidup. 
  5. Kaisar tiberius yang berkuasa antara 4 hingga 37 masehi, dipandang sebagai salah satu penguasa yang paling nyeleneh secara s3ksu4l, pada masa akhir hidupnya sang Kaisar membangun pusat p0rn0gr4fi dan pesta S3ks bagi dirinya di kota Capri. 

Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, poligami sebenarnya sudah menjadi budaya pada masa lalu. Dahulu sebelum adanya syariat Islam, poligami merupakan hal yang lumrah, Bahkan hampir seluruh bangsa di dunia sejak zaman dahulu tidak asing dengan yang namanya poligami.

Bahkan juga sebelum Islam, bangsa Arab terkenal dengan tradisi mewarisi istri?.
Ketika ayahnya meninggal maka istri-istri ayahnya itu diwariskan kepada anak-anaknya, sehingga pada saat itu selain memiliki istri yang banyak, berpoligami, mereka juga mempunyai istri dari hasil warisan ayahnya.

Ketika agama Islam datang dan diturunkan surat an-nisa ayat 3, (surat yang mereka pakai sebagai referensi bahwa Islam selalu identik dengan poligami), Mereka (para sahabat) yang sebelumnya memiliki banyak istri harus diceraikan. Diantaranya:
  • Ghailan bin Salamah as saqafi, Dia masuk islam dan memiliki 10 istri, namun semenjak ayat ini diturunkan, dia harus menceraikan 6 diantaranya. 
  • Haris bin Qais bin umairoh al-asadi memiliki 8 istri dan ia harus menceraikan sebanyak 4 Istri. 
  • Nauval bin muawiyah ad-da'ily memiliki sebanyak 5 istri dan dia harus memilih salah satu dari istrinya untuk diceraikan

Pada saat ayat ini turun, yang terjadi adalah mereka menceraikan istri-istrinya, bukan malah berlomba-lomba untuk menambah istri. Karena dasarnya, pada saat itu mereka memiliki banyak istri, makanya dalam Al-quran disampaikan bagi mereka-mereka yang banyak istri, dari semua istrimu nikahilah dua saja "matsna", ya kalau misalnya keberatan, tiga lah, "wa tsulatsa", atau misalnya juga masih keberatan, maksimal empat "wa ruba'". Selebihnya jangan. Sehingga mereka menceraikan selebihnya.

Nah, di ujung ayat, apa yang dijelaskan al-Qur'an? kamu harus menceraikan istri-istrimu dan memiliki empat saja, tapi syaratnya kamu harus berlaku adil kepada ke empat-empatnya itu. Misalnya keempatnya ini Kamu tidak bisa berlaku adil, Al Quran mengatakan "alla ta'dilu wahidatan" Apabila kamu tidak bisa berlaku adil maka satu saja sudah cukup.

Jangankan lebih dari 4, 4 saja tidak bisa berlaku adil sebagaimana syarat yang diberikan dalam Alquran, maka Al-Quran memerintahkan agar monogami, yaitu beristrikan satu, dan di akhir ayat Allah mengatakan "dzalika Adna alla ta'uuluun" yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

Nabi Muhammad kapan berpoligami?
ketika istri pertamanya, yakni Siti Khadijah meninggal dunia.
Semasa hidupnya beliau bersama siti khodijah tidak pernah melakukan poligami. Padahal pada saat itu poligami dianggap sesuatu yang lumrah dan juga surat An-Nisa ayat 3 belum diwahyukan, dan beliau berpoligami pula Saat usianya menginjak umur 53 tahun dan setelah itu beliau tidak menikahi satu gadis pun kecuali Siti Aisyah, selebihnya menikahi para janda. Bahkan istri kedua beliau adalah seorang janda berkulit hitam dari Ethiopia yang bernama Saudah binti zam'ah.

Disaat orang mengidentikkan Islam dengan poligami, agama Islamlah yang membatasi orang-orang yang berpoligami agar beristrikan empat, kalau misalnya tidak bisa berlaku adil, maka dia harus monogami, beristrikan satu.

Bagaimana pandangan agama-agama lain mengenai poligami?

Poligami Dalam Ajaran Agama Yahudi

Dalam kitab-kitab kuno agama Yahudi, poligami merupakan suatu hal yang lumrah dan diperbolehkan. Dari situs Ben Yehuda tentang bab poligami, mengatakan bahwa "Torah tidak mengatakan apapun mengenai hukum poligami, baik menerimanya ataupun menolaknya", dan pembahasan poligami ini telah dibahas dalam Perjanjian Lama, tepatnya pada keluaran pasal 21 ayat 10 "Kalau anak-anak lagi itu kawin lagi, Ia tetap berkewajiban untuk memberi makan dan pakaian serta semua hak seperti biasa kepada istri yang pertama".

Dalam Alkitab sendiri, terdapat tokoh-tokoh Alkitab yang sering diceritakan sebagai seorang yang berpoligami. Moses dalam Alkitab diceritakan memiliki dua istri, ziporah dan wanita dari Ethiopia. Abraham memiliki 3 istri sarah, hagar dan keturah. Ya'qub memiliki 4 Istri, leah, rashel, bilhah dan zilpah. Daud memiliki 18 istri beserta dengan selirnya. Dan solomon dijelaskan dalam Bibel beristrikan 1000 orang. Tokoh-tokoh di atas adalah tokoh-tokoh yang kita kenal. Belum lagi Tokoh-tokoh Alkitab yang lainnya, seperti abia, ahap, kalep, elifas, elkanah, esaw, ezra atau uzair dan lain sebagainya. Mereka memiliki istri lebih dari satu. Artinya mereka ini melakukan poligami.

Michael kugan dalam bukunya yang berjudul "God and sex What the Bible releases", menyatakan bahwa "poligami ataupun poligini terus dipraktekkan dengan baik dalam Periode alkitabiah dan dibuktikan di antara orang-orang Yahudi sampai akhir abad ke-2 masehi"

Rabi tarfon dalam talmud bahkan dikatakan memiliki 300 istri. Ini merupakan satu-satunya kasus rabi yang berpoligami dan tercatat dalam Talmud. Bahkan sekarang Rabi-rabi Yahudi di Palestina meminta agar praktik poligami dilegalkan.

Poligami dalam ajaran Kristen?

Dalam Perjanjian Lama Bible tidak pernah melarang berpoligami, ditambah pula tokoh-tokoh alkitabiah yang banyak melakukan poligami dan sebagian besar perjanjian baru Tidak berkomentar apa-apa mengenai poligami.

Tentang poligami dalam ajaran Kristen anda dapat berkunjung ke website bliblicalpolygamy .com  ataupun Christianpolygamy .com. Disini anda dapat membaca Bagaimana poligami dalam ajaran Kristen.

Dalam buku One Layman's contemporary teologhy halaman 706, Michael menuliskan gerakan reformasi Kristen yang bertujuan membangun kembali doktrin Kristen berdasarkan Alkitab sendiri menerima poligami sebagai praktik alkitabiah. Misalnya selama reformasi Protestan.

Dalam sebuah dokumen yang disebut dear Backstreet atau saran confessional, Martin Luther memberikan dispensasi untuk memiliki istri kedua. Dalam sebuah surat kepada kanselir grager, Martin Luther juga tidak dapat melarang praktik poligami karena itu tidak melanggar hukum alkitabiah.

Gereja-gereja di Afrika telah lama mengakui poligami. Di awal sejarahnya the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints mempraktekkan poligami di Amerika. Ajaran mormonisme yang dipimpin oleh Joseph Smith, di Amerika sejak tahun 1840-an hingga sekarang mempraktikkan, bahkan hampir mewajibkan poligami.

Zaman modern, sebagian kecil teolog Katolik Roma berpendapat bahwa poligami meski tidak ideal, bisa menjadi bentuk pernikahan Kristen yang sah, khususnya di Afrika.

Tokoh-tokoh terkenal seperti contohnya konstantin Agung yang mana dalam gereja dikenal sebagai Santo konstantinus Agung memiliki dua istri yakni Minerva dan fausta. Anda juga dapat membaca buku prince of Sumba husband to many wife, buku ini menyajikan teologi poligami Kristen dalam bentuk sebuah novel, berisi hampir semua ajaran pastor don milton tentang poligami dan banyak argumen yang mendukung poligami yang tidak akan anda baca di tempat lain. Novel ini berisi lebih dari 385 Catatan sejarah dan alkitabiah.
Catatan "buku ini tidak ada hubungannya dengan ajaran mormonisme maupun flds"

Poligami Dalam ajaran agama Hindu

Dalam ajaran agama Hindu tidak hanya poligami, tetapi juga poliandri. Yakni seorang wanita memiliki banyak suami. Rakweda menyebutkan, dalam periode weda, seseorang bisa memiliki lebih dari satu istri. Dalam Kitab bagawanta Purana, Diceritakan bahwa Krisna menikahi sebanyak 16108 wanita. Dalam kitab Brahma Purana Basudewa, yakini Ayahnya Krisna, memiliki 14 istri. Candra, yakni Dewa bulan, memiliki 27 istri, dan Dewa Wisnu memiliki 3 istri.

Dalam ajaran agama Hindu, poligami disebut dengan istilah Kresna brahmacari. Kresna brahmacari ini mendekati dengan konsep poligami, Yakni beristri banyak dengan maksimal 4 orang, sama seperti ajaran Islam yang disebutkan dalam slokantara satu, yakni meniru Dewa Siwa dengan empat Saktinya, yakni Dewi Uma, Dewi Gangga, Dewi Gauri dan Dewi Durga.

Poliandri yakni istri dengan suami banyak, juga disebutkan dalam agama Hindu. Dewi Drupadi, dalam Mahabharata bersuamikan 5 orang, yakni para Pandawa.

Poligami Dalam Ajaran Agama Budha

Dalam agama Buddha sendiri tidak ada pelarangan atau aturan khusus mengenai poligami, walaupun budha tidak menceritakan apapun mengenai jumlah istri yang dapat dimiliki, Ia dengan tegas mengatakan bahwa seorang pria yang telah menikah kemudian pergi ke wanita lainnya, yang tidak dalam ikatan perkawinan, hal tersebut dapat menjadi Sebab keruntuhannya, ia akan menghadapi berbagai masalah dan rintangan dalam hidupnya. Hingga 2010 poligami atau poligini diakui secara legal di Thailand.

Di Myanmar, Poligami juga sering terjadi, di Sri Lanka, poliandri dipraktekkan, poligami juga umum terjadi di kalangan budha Di Bhutan, ladakh dan bagian lain dari benua India.

Lalu kenapa poligami itu dianggap tabu?

Kenapa Yahudi melarang poligami?

Dari situs Yahudi cabbat .org mengatakan bahwa awalnya poligami tidak dilarang dalam ajaran agama Yahudi. Poligami pertama kali di larang kepada kaum Yahudi ashkenazi. Aturan ini dibuat oleh Rabbi gershom Ben Yehuda pada abad ke-11.

Di zaman modern, poligami hampir tidak diperhatikan dalam Yahudi rab ini. Orang-orang yahudi ashkenazi terus mengikuti larangan dari Rabbi gershom ben Yahuda ini. Israel sendiri melarang poligami secara hukum, namun Dalam praktiknya, undang-undang tersebut diperlakukan secara longgar.

Dalam ajaran agama Kristen, yang melarang Poligami adalah pihak gereja. Gereja Katolik merevisi pandangan sejak masa paus leo ke-13 pada tahun 1866, Yakni dengan melarang poligami hingga berlaku sampai sekarang.

Dalam agama Hindu pada tahun 1955 pemerintahan India membuat undang-undang secara khusus untuk melarang poligami bagi umat Hindu di India, namun diperbolehkan bagi umat muslim. Bahkan Poligami juga hal ilegal di beberapa negara yang mayoritas muslim seperti Turki, Tunisia, Albania, Kosovo dan Asia Tengah.

Jika kita lihat ayat-ayat yang membicarakan tentang poligami, keseringan penulis hanya mengambil bagian awalnya saja, serta mengabaikan potongan akhir dari ayat tersebut. Padahal inti pembahasannya juga ada pada akhir ayat tersebut. Yakni memerintahkan untuk monogami atau beristri 1, Apabila tidak bisa berbuat adil jika memiliki istri lebih dari satu. Dan di ujung ayat disebutkan monogami lebih aman dari aniaya, dzalim dan diskriminasi. Ilustrasinya seperti ini, seperti yang sudah disebutkan.

Dahulu, sebelum Islam datang, poligami merupakan hal yang lumrah. Bahkan tidak ada batasan jumlahnya, sehingga akhirnya mereka tidak bisa berbuat adil kepada istrinya karena jumlahnya yang begitu banyak. Kemadian Islam datang dan melihat, "ini nggak bener nih" banyak wanita yang terzalimi, karena para suami tidak adil akibat memiliki banyak istri. Oleh karenanya Al Quran memerintahkan dua saja ataupun maksimal 4 lah, jangan lebih, itupun dengan syarat bisa berbuat adil.

Pertanyaannya, Apakah kamu bisa menjamin untuk berlaku adil? oleh karenanya di akhir ayat disebutkan "nikahlah satu saja". Artinya Islam menganjurkan monogami dan juga membolehkan serta menganjurkan poligami dalam keadaan tertentu dan juga dengan syarat tertentu.

Islam adalah satu-satunya agama yang dalam kitab sucinya secara jelas, terang-terangan memerintahkan untuk monogami atau beristri satu.

Lalu kenapa Islam tidak secara tegas untuk memerintahkan monogami?
Karena poligami sudah menjadi budaya pada masyarakat ketika itu.

Analisa semacam ini,  Kenapa dulu alkohol atau khamer tidak langsung diharamkan oleh Allah?
Alasannya juga begitu, karena khamer sudah menjadi budaya pada saat itu, khamer dianggap lumrah pada saat itu. Oleh karenanya khamer tidak langsung diharamkan oleh Allah dan ketika mereka sudah siap, umat sudah siap, baru kemudian Allah mengharamkan khamer.

Inilah bentuk kasih sayang Allah. Syariat Islam itu diturunkan secara berangsur-angsur, Bukan langsung secara mendadak satu paket seperti itu, sehingga umat dapat menyesuaikan diri.

Itulah sebabnya Kenapa rasulullah tidak mau anaknya, Fatimah dipoligami. Karena dasarnya memang Alquran memerintahkan untuk monogami, bahkan Sebagian ulama berpendapat seorang wanita boleh memberikan syarat agar tidak dipoligami sebelum ia dinikahi oleh seorang pria, karena poligami dalam Islam bukan suatu keharusan, bukan sesuatu yang wajib.

Lalu Kenapa poligami dibolehkan?
Tepatnya di bolehkan Bersyarat, bukan serampangan.

Inilah keindahan dari syariat Allah. Ternyata Poligami juga memiliki manfaat, serta juga dijadikan sebagai solusi. Ketika dia menjadi solusi, maka jadilah dia sebagai sebuah anjuran dan keharusan.
Contohnya seperti ini: Apabila seorang suami memiliki istri mandul, dia tidak bisa memberikan keturunan kepada suaminya. Nah bagaimana solusinya?

Ada dua alternatif
Yang pertama melakukan poligami, Ia mencarikan istri yang lain untuk dinikahi, namun dengan syarat ia dapat berlaku adil dengan kedua istrinya itu.

Opsi kedua, karena dia sangat fanatik dengan monogami, dan dia sangat benci dengan poligami, sehingga karena istrinya mandul, ia harus menceraikan istri pertamanya, lalu mencari wanita lain untuk dinikahi.

Dari kedua aksi ini, Mana yang lebih baik?

Coba bayangkan, jika istri diceraikan dan suami mencari istri lain, maka istri ini tidak akan terpenuhi lagi nafkah lahir maupun nafkah batin.

Mungkin nanti dia akan dinikahi oleh  orang lain?

Tidak...

Istri ini mandul, dan orang sudah mengetahui bahwa dia diceraikan karena mandul. Dengan begitu, dia tidak akan dinikahi oleh pria lain karena dia malu.
Sehingga yang terjadi apa?
Wanita ini terlantar, dia tidak lagi mendapatkan nafkah batin dan juga tidak mendapatkan nafkah lahir. Sedangkan apabila suami berpoligami, yang pertama ia bisa mendapatkan keturunan, yang kedua, kedua istri ini mendapatkan nafkah lahir maupun batin secara adil, sebagai syarat poligami.

Contoh lain, apabila terjadi peperangan, kemudian banyak suami suami meninggal dalam peperangan, sehingga banyak istri-istri yang kehilangan suaminya, dan menjadi janda, sehingga tidak lagi mendapatkan tanggungan nafkah, baik nafkah lahir maupun nafkah batin. Disinilah solusi poligami.

Bagi kita-kita ini yang mapan, maka diperbolehkan untuk melakukan poligami, dan itupun dengan syarat bisa berlaku adil. Bahkan di Rusia akhir-akhir ini mengalakkan berpoligami akibat minimnya angka kelahiran.

Agama mana yang secara tegas memberikan solusi seperti ini?

Islam dan alquran sudah mendahuluinya, tapi ingat, walaupun diperbolehkan, tetap dengan syarat. Dengan begitu, kita dapat pahami, bahwa Islam menganjurkan untuk monogami, namun Islam juga mengerti, ada kondisi kondisi yang mengharuskan Dan dianjurkan untuk berpoligami. Oleh karenanya, poligami dibolehkan sebagai bentuk solusi serta anjuran, namun dengan catatan harus memenuhi syarat dan ketentuan.

Poligami Adalah Solusi

Penulis kurang setuju Jika ada yang mengatakan alasan berpoligami ikut Sunnah. Memang poligami itu dibenarkan, akan tetapi melakukan poligami itu tidak semudah mengatakan ikut Sunnah.

Apa anda bisa menjamin bahwa anda akan berlaku adil. Apakah anda akan menjamin bahwa tidak ada hati yang terzalimi, tidak ada hati yang tersakiti?

Islam juga mengajarkan umatnya agar tidak menyakiti hati orang lain. Dan masalahnya beristrikan satu saja belum tentu keluarganya itu Sakinah. Ini malah mau nambah istri.

Jika berdasarkan sunnah nabi, beliau berpoligami pada usia 53 Tahun, ketika istri pertamanya Siti Khadijah, sudah wafat, dan istri kedua beliau adalah Saudah binti zamaah, seorang wanita janda, berkulit hitam dari Ethiopia.

Dan ingat, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidak banyak menghabiskan waktu untuk istri istrinya. Beliau banyak menghabiskan waktu untuk umat dan beribadah. Jika alasan poligami semata-mata karena sunnah, ada banyak sunnah lainnya yang harus dikerjakan dan diselesaikan.

Apakah kita bisa menjamin ketika memiliki istri banyak masih bisa banyak menghabiskan waktu untuk kepentingan umat dan beribadah, atau malah sebaliknya kita malah banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi istri-istri kita.

Ingat, poligami itu solusi, bukan perkara yang wajib, oleh karenanya sah-sah saja jika ada muslim yang menolak untuk berpoligami, namun walaupun begitu, Poligami juga bagian dari syariat Allah, maka tidak boleh dan tidak layak Kita muslim membenci syariat yang satu ini.

Dengan begitu anggapan poligami identik dengan Islam adalah salah. Melainkan Islam menawarkan poligami sebagai solusi problematika yang terjadi dalam masyarakat. Anggapan bahwa wanita dalam islam terdiskriminasi juga salah, karena dalam berpoligami diharuskan berlaku adil kepada para istri.